mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Melatih Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Sehari- hari

Konten [Tampil]
Melatih kemandirian anak usia dini

Anak usia dini merupakan individu yang berada di rentang antara 0-6 tahun, dimana waktu tersebut menjadi waktu pertumbuhan dan perkembangan yang perlu dimaksimalkan. Buat para orang tua yang memiliki anak dalam rentang waktu usia tersebut perlu melakukan optimalisasi pada pertumbuhan dan perkembangan anak

Perlu diingat bahwa anak-anak bukanlah orang dewasa versi mini. Mereka anak yang masih dalam masa perkembangan. Dimana memiliki karakteristik, watak hingga kreativitas yang sangat unik. Saking uniknya tidak akan ada yang memiliki kesamaan secara spesifik dalam masa perkembangan dan pertumbuhan. 

Saya sendiri memiliki dua orang anak dalam usia ini. Setelah memiliki dua anak, saya sekarang paham apa yang dimaksud dengan keunikan pada anak. Walaupun mereka terlahir dari rahim yang sama, tetap memiliki perbedaan yang tidak dapat disamakan dalam perkembangannya. 

Namun, pengasuhan dan pendidikan pada anak haruls memiliki tujuan yang sama. Salah satunya anak bisa tumbuh secara mandiri untuk bisa meneruskan hidup dan beradaptasi dengan lingkungannya di masa depan. 

Sebagai orang tua perlu memberikan dukungan dan fasilitas pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak. Agar dapat mengembangkan potensi yang ada setiap diri anak. 

Maka, saya mencoba sharing dan merangkum dari yang sudah dipelajari. Bagaimana melatih kemandirian anak usia dini melalui kegiatan sehari-hari. 

Kapan Anak Mulai Mandiri? 

Anak mulai mandiri

Adakah anak yang sudah mulai menolak untuk disuapi saat makan? Seringkali ingin mengambil alih sendok saat makan. 

Atau

"Aku mau yang makan sendiri"

"Aku mau pakai baju sendiri"

"Aku udah besar, udah bisa sendiri"

Adakah anak-anak di rumah sering mengatakan kalimat seperti di atas? Kalau sering mengucapkan itu dan bersikap ingin mengambil alih setiap kegiatan artinya anak sudah masuk pada fase "aku mau melakukan sendiri". Merupakan gerbang utama anak mulai mandiri. 

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengamati perilaku anak sehari-hari. Waktunya kapan akan berbeda antara anak satu dengan anak lainnya. Karena perkembangan anak sangat unik dan kesiapan setiap anak juga berbeda. 

Berdasarkan teori dari Ericson mengenai tahap perkembangan psikososial anak. Anak berusia 0-3 Tahun berada di tahap otonomi vs rasa malu dan ragu. Rentang usia ini,  anak mulai belajar mengenai mengendalikan diri dan melakukan berbagai aktivitas secara mandiri. Sehingga, menjadi poin penting sebagai proses belajar menjadi anak mandiri. 

Sedangkan, anak berusia 3-6 tahun masuk pada fase inisiatif. Pada umur ini anak akan bisa semakin bisa fokus pada setiap kegiatan yang dilakukan. Biasanya anak sudah bisa melakukan banyak hal dengan sendiri secara inisiatif. 

Contoh Kegiatan Sehari-hari Berdasarkan Usia

Pentingnya stimulasi dalam perkembangan anak menjadi salah satu peran penting. Buat para orang tua yang bekerja di ranah publik kesulitan membagi waktu mengajak anak bermain, bisa dengan memberikan kesempatan anak melakukan aktivitas harian. Hal ini bisa menjadi stimulasi mudah dan murah meriah pada anak. Supaya anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri. 

Kegiatan sehari-hari yang dimaksud disini merupakan keterampilan hidup untuk melangsungkan kehidupan anak hingga dewasa nanti. Sebagai orang tua dapat mengajarkan berdasarkan perkembangan usia anak. Mulai dari menjaga kebersihan sekitar, merawat diri, dan lingkungannya. 

Berikut beberapa kegiatan sehari-hari yang bisa dilatih pada anak berdasarkan rentang usia dan kemampuan anak. 

1. Kelompok Anak Usia 1 - 2 Tahun

Pada kelompok anak usia 1-2 tahun lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat pada perkembangan motorik halus dan kasar, serta bagaimana koordinasi yang baik dengan mata. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan antara lain :

  • Memegang makanan dengan kedua tangan, misalnya buah pisang yang sudah dikupas. Kemudian, dilatih untuk bisa makan sendiri. 
  • Membawa sebuah wadah ringan
  • Memegang dan minum dari gelas
  • Mengambil dan meletakan barang pada tempatnya. 
  • Belajar memegang sendok dan menyendok makanan ke dalam mulut
  • Kegiatan membuka dan menutup pintu lemari pakaian
  • Mengajak kegiatan menuang benda kering (biji-bijian, beras) dan air dari wadah satu ke wadah lainnya secara bertahap. Hal ini dapat melatih koordinasi mata dan tangan. 

2. Kelompok Anak Usia 2 - 3 Tahun

Anak usia 2 - 3 Tahun sudah bisa mulai dilatih untuk menjaga, merawat diri sendiri, dan beberapa kegiatan membersihkan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi modal awal anak mulai mandiri. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan kelompok anak usia 2-3 tahun : 

  • Mencuci, mengeringkan tangan dan kaki sendiri
  • Menggunakan sendok dan garpu sesuai dengan kegunaanya dengan baik
  • Melepas dan memasang baju dengan bantuan
  • Membereskan mainan pada tempatnya setelah bermain
  • Membawa dan meletakan piring kotor pada tempatnya
  • Memakai dan melepas alas kaki sendiri
  • Membersihkan air yang tumpah dengan lap

3. Kelompok Anak Usia 3 - 4 Tahun

Pada kelompok anak usia 3 - 4 tahun merupakan fase dimana anak sudah bisa mengendalikan diri sendiri. Sehingga diharapkan anak sudah mampu merawat dan melakukan kegiatan sendiri, seperti :

  • Menggosok gigi sendiri, mencuci muka, mencuci tangan dan kaki dengan bersih secara sendiri
  • Membantu mengerjakan pekerjaan rumah, yaitu menyapu, membersihkan kaca
  • Mencuci alat makanan
  • Mengambil dan mengembalikan barang pada tempatnya dengan baik
  • Melipat selimut dan membereskan tempat tidur
  • Makan dan minum dengan baik tanpa ada yang berantakan

4. Kelompok Anak Usia 4 - 6 Tahun

Kelompok anak usia 4 - 6 tahun menjadi fase dimana anak sudah mandiri sendiri dan dapat menyelesaikan tugasnya sendiri. Berikut contoh kegiatan yang bisa dilakukan :

  • Bisa menggosok gigi sendiri, mencuci wajah, mencuci tangan dan kaki, menyisir rambut
  • Mandi sendiri dan membersihkan diri setelah buang air dengan bantuan
  • Menggunakan kaos kaki dan sepatu sendiri
  • Menggunakan baju sendiri, mengancing baju pada lubangnya dengan benar dan celana sendiri dengan sedikit bantuan
  • Memberikan makan dan merawat hewan peliharaan
  • Menyiapkan makanan sendiri, misalnya menuangkan sereal dan susu ke mangkok tanpa ada yang tumpah.

Penutup

Setiap aktivitas yang dilakukan pada anak dapat dilatih dengan bertahap dan perlahan. Poin penting untuk para orang tua untuk menurunkan ekspektasi setiap aktivitas yang dilakukan anak. Dimana anak masih dalam proses belajar, tidak semua anak bisa satu kali diajarkan langsung bisa dan ahli. Perlu pengulangan dan latihan terus agar anak berhasil. 

Selalu berikan dukungan dan sabar dalam melatih kemandirian pada anak. Semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat praktek di rumah ya. 


Referensi

https://paudpedia.kemdikbud.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/melatih-kemandirian-pada-anak-sejak-dini-di-rumah?ref=MTQ2OC00MmZjNzFmOA==&ix=NDctNGJkMWM0YjQ=

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-perkembangan-psikososial#mcetoc_1hhjlp5ds3r

Related Posts
Amicytia Nadzilah
istri, ibu dari dua anak perempuan dan seorang wanita pembelajar menjadi blogger profesional. Tinggal merantau di pulau sebrang singapura, belajar mandiri dan menulis cerita pengalaman yang dilalui.

Related Posts

Posting Komentar