mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Mengenal Aspek Perkembangan Anak

Konten [Tampil]
Aspek Perkembangan Anak

Setiap anak yang lahir di dunia menjadi anugerah terindah untuk orang tua. Kita sepakat akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak. Karena orang tua menginginkan anaknya bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat, cerdas secara optimal. Maka, pada orang tua baru berbondong-bondong belajar ilmu parenting. Agar bisa memantau perkembangan anak sesuai dengan usia. 

Apa Itu Perkembangan Anak ? 

Perkembangan anak adalah perkembangan yang terjadi dalam beberapa aspek pada seorang anak. Setiap aspek perkembangannya memiliki periode masing-masing. Aspek yang berkembang meliputi kognitif, motorik - fisik, bahasa, dan sosial- emosional. 

Masa perkembangan anak di usia dini menjadi periode emas untuk dioptimalkan. Pasti sudah sering mendengar istilah itu kan ya? Jadi, pada periode tersebut menjadi tahapan paling penting untuk kehidupan anak. Hampir seluruh kemampuan anak berkembang dengan sangat cepat. 

Agar bisa mengoptimalkan perkembangan anak secara optimal. Nah, kita perlu nih belajar mengenali aspek perkembangan anak lebih jelas. Maka dari itu, yuk simak penjelasan mengenai aspek perkembangan anak. 

1#. Perkembangan Motorik - Fisik

Perkembangan motorik meliputi koordinasi anggota gerak yang identik ditandai aktifnya anak. Misalnya memegang sebuah benda, merangkak, berjalan, hingga berlarian. Perkembangan motorik terbagi menjadi dua bagian yaitu motorik halus dan motorik kasar. Motorik halus berkaitan dengan perkembangan pada otot kecil. Sedangkan, motorik kasar adalah perkembangan pada gerakan otot besar. 

Selanjutnya kita bahas mengenai perkembangan fisik pada anak. Perkembangan fisik meliputi dengan bertambahnya berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, tumbuh gigi dan sebagainya. Untuk mengetahui pertumbuhan perkembangan fisik pada anak, kita bisa mengacu pada buku kesehatan ibu dan anak (KIA) yang bisa didapatkan di puskesmas. 

2#. Perkembangan Sosial - Emosional

Aspek perkembangan anak sebenarnya sudah terjadi sejak terlahir di dunia. Dari segi emosional seperti bayi yang baru lahir bisa menangis dan tersenyum. Bisa juga mengekspresikan dengan cara menghentakkan kaki atau menggerakkan tangan ketika menginginkan sesuatu. 

Seiring bertambahnya usia, perkembangan sosial - emosional terjadi yang berkaitan interaksi dengan orang lain. Awal mulai perkembangan emosional anak cenderung diekspresikan melalui sebuah sikap atau tindakan. Misalnya, melempar barang, memukul barang ataupun membanting. Karena anak belum paham apa yang dia rasakan. 

Sebagai orang tua, kita perlu mengajarkan untuk mengekspresikan emosi dengan lebih baik. Dengan cara mengungkapkan apa yang anak rasakan. Memang membutuhkan proses latihan yang berulang hingga anak paham. Seiring bertambahnya usia perkembangan sosial - emosional akan lebih baik. Selama kita memberikan stimulasi dan lingkungan yang mendukung. 

3#. Perkembangan Berbahasa

Segi aspek berbahasa akan berkembang pesat saat usia pra-sekolah atau umur 1-5 tahun. Kemampuan berbahasa pada anak menandakan sudah dapat berkomunikasi dengan orang lain terutama orang tua. Bahasa menjadi penting dioptimalkan karena sebagai sarana mengutarakan apa yang anak rasakan, keinginan dan kebutuhannya. 

Stimulasi yang bisa dilakukan yaitu berdialog dengan setiap aktivitas sehari-hari, memberikan kesempatan anak untuk mencoba berbicara. Bisa juga menggunakan permainan edukatif yang membantu stimulasi perkembangan anak. 

Dari perkembangan berbahasa anak terlambat bisa menjadi tanda apabila mengalami keterlambatan, kemungkinan ada gangguan pada faktor perkembangan lainnya. 

4#. Perkembangan Kognitif

Aspek perkembangan kognitif terdiri dari kemampuan daya pikir, daya ingat, mengambil keputusan dan menyelesaikan sebuah masalah. Biasanya perkembangan kognitif menunjukan kecerdasan pada anak. Kecerdasan tersebut akan terus berkembang seiring bertambah usia. 

Kita sebagai orang tua dapat memberikan stimulasi dan permainan edukasi untuk merangsang perkembangan kognitifnya. Buat yang masih memiliki anak usia dini bisa mengajarkan permainan sederhana. Permainan yang dapat mengasah daya pikir seorang anak. Misalnya bermain puzzle bergambar, bermain pretend play atau bermain peran (menjadi dokter, pemadam kebakaran), mengenal warna dan angka. 

Penutup

Sebagai orang tua pasti ingin anaknya bisa tumbuh dan berkembang secara sehat dan cerdas. Tidak ada salahnya orang tua terus belajar dan mencari ilmu pengenal aspek perkembangan anak. Dengan mengetahui aspek apa saja dalam perkembangan anak bisa menjadi acuan kita. 

Apabila kita bisa memberikan stimulasi yang baik, anak bisa tumbuh menjadi anak remaja sehat dan cerdas. Atau orang tua yang sudah memiliki anak remaja bisa membaca artikel di blog untuk remaja.

Sekian penjelasan singkat mengenai aspek perkembangan anak. Semoga bermanfaat ya.

Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_anak#:~:text=Perkembangan%20anak%20merupakan%20perkembangan%20yang,kelahiran%20dan%20periode%20pasca%2Dkelahiran. 


Related Posts
Amicytia Nadzilah
istri, ibu dari dua anak perempuan dan seorang wanita pembelajar menjadi blogger profesional. Tinggal merantau di pulau sebrang singapura, belajar mandiri dan menulis cerita pengalaman yang dilalui.

Related Posts

Posting Komentar