Belakangan ini setiap membuka platform media sosial, khususnya Threads, muncul tentang para ibu rumah tangga yang memulai jadi affiliate. Mayoritas mencoba menjadi shopee affiliate.
Curhatan tersebut mengaitkan tentang mereka yang ingin punya penghasilan walaupun dirumah sambil mengurus keluarga dan pekerjaan rumah.
Hal itu bikin saya semakin ingin giat rutin dan konsisten terus membuat konten di affiliate. Walaupun kenyataannya masih kewalahan membagi waktu dengan pekerjaan rumah dan mengurus anak.
Sampai berfikir kenapa ya sekarang ibu rumah tangga banyak mulai jadi affiliate? Apa benar pekerjaan ini sangat berpeluang memberikan penghasilan? Mari kita coba bahas yuk.
Apa itu Affiliate?
Sebelum membahas alasannya, buat teman-teman yang belum mengenal affiliate itu apa dan cara kerjanya bagaimana. Mari kita bahas sebentar ya.
Affiliate atau affiliate marketing merupakan sebuah sistem kerja pemasaran sebuah produk / jasa milik orang lain dan kemudian akan mendapatkan komisi apabila ada yang melakukan transaksi pembelian melalui tautan yang digunakan.
Jadi, menjadi seorang affiliate bisa dikatakan tidak membutuhkan modal untuk bisa mendapatkan komisi atau penghasilan.
Cara kerjanya lebih banyak berkaitan bagaimana mempromosikan sebuah produk dan jasa tersebut dengan cara yang menarik baik secara visual, kalimat yang digunakan dan lainnya. Agar orang lain atau audiens yang melihatnya tertarik hingga melakukan transaksi.
Karena minim modal dan sangat mudah dilakukan, cukup menggunakan smartphone yang dimiliki saja sudah bisa memulai. Maka banyak sekali yang tertarik untuk menjadi affiliate.
Jenis affiliate juga cukup beragam, ada affiliate dari marketplace, produk digital, ataupun sebuah jasa melalui berbagai platform. Jadi, bisa disesuaikan dengan minat dan pemahaman kita untuk memulai affiliate.
Ini Alasan Ibu Rumah Tangga Banyak Mulai Jadi Affiliate
Memang affiliate bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan penghasilan digital yang paling mudah di jangkau. Sejauh ini kenapa saya mulai lebih fokus di affiliate bukan hanya ikut-ikutan tergiur dengan penghasilan yang didapatkan. Tapi ada beberapa pertimbangan lain yang memang saya suka dan merasa ini lebih passion untuk saya.
1. Dari Pengalaman Pribadi Bisa Menjadi Konten
Menurut saya sendiri, hal yang paling menarik dari affiliate adalah bisa memberikan cerita pengalaman pribadi dari berbagai produk biasa digunakan, menjadi sebuah konten.
Bahkan, banyak orang lebih senang melihat review orang secara natural dibandingkan yang memang melakukan review secara hard selling.
Jadi, memberikan review itu benar-benar atas manfaat apa yang didapatkan secara langsung. Bisa dalam berbagai jenis produk yang ada di rumah. Misalnya, skincare dan bodycare anak, perlengkapan anak, mainan anak, pakaian anak, dan masih banyak lainnya.
Hal tersebut terlihat bisa dipahami terjadi perubahan yang menarik. Berawal dari seorang konsumen yang menggunakan sebuah produk > menceritakan pengalaman saat menggunakan produk > menjadi konten kreator > berpeluang mendapatkan komisi.
Tentu dengan catatan melakukan review dilakukan secara jujur yang tidak melebih-lebihkan manfaat produk.
2. Modal Terjangkau
Sekarang sebenarnya ingin menjadi affiliate khususnya shopee affiliate tidak selamanya membutuhkan modal besar. Bahkan hanya menggunakan handphone yang biasa digunakan sehari-hari bisa dilakukan loh.
Apalagi shopee affiliate sudah banyak bermitra dengan berbagai media sosial, tinggal disesuaikan dengan kesenangan sendiri.
Beberapa daftar media sosial yang mendukung shopee affiliate antara lain :
- Threads
- X (twitter)
- Youtube
- dan yang terbaru adalah Pinterest
Kamu tinggal menghubungkan saja ke salah satu media sosial yang biasa kamu gunakan. Kemudian, kamu sudah bisa mulai melakukan sharing dan promosi produk melalui tautan link shopee affiliate.
Konten dapat dibuat dalam bentuk cerita tulisan saja, foto, maupun video.
Perlu diketahui juga ya teman-teman, untuk affiliate juga bukan hanya dari shopee. Masih ada beberapa marketplace yang bisa kamu ikuti. Misalnya, lazada affiliate, tiktok affiliate, dan blibli affiliate. Tinggal disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing.
3. Bisa Dikerjakan Waktu Fleksibel
Alasan lainnya kenapa affiliate ini menjadi pilihan para ibu rumah tangga adalah bisa dilakukan kapan saja.
Apalagi ibu rumah tangga yang memiliki segudang pekerjaan, baik membereskan rumah, mengurus anak, memasak, mencuci dan lainnya. Biasanya waktu untuk bekerja tidak bisa selayaknya orang kantoran.
Makanya, affiliate ini lebih menguntungkan karena bisa dilakukan pada waktu yang fleksibel selama 24 jam. Bisa dilakukan saat jam anak sekolah, anak lagi tidur siang, ataupun saat malam hari sebelum tidur.
Jadi, konten bisa dibuat saat ada sisa-sisa waktu luang ibu rumah tangga. Tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam dalam satu sesi.
Namun, perlu dipahami juga. Fleksibel waktu bukan berarti tidak membutuhkan usaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tetap diperlukan disiplin untuk belajar mengembangkan kemampuan dalam bidang affiliate marketing.
Hal spesialnya kalau bekerja menjadi affiliate itu bisa dilakukan dirumah tanpa harus berangkat kerja ke kantor.
4. Potensi Penghasilan Jangka Panjang
Menjadi seorang affiliate bukan berarti membuat satu konten langsung mendapatkan penghasilan besar. Namun, bersifat investasi jangka panjang. Bisa jadi kemungkinan penghasilan akan didapatkan setelah 1 bulan ataupun lebih, tergantung dengan performa konten yang kita punya.
Karena pada dasarnya,
Tidak semua konten bisa mendapatkan jangkauan yang luas,
Tidak semua konten mendapatkan views yang besar,
Tidak semua konten bisa mendapatkan penghasilan besar.
Butuh trial dan error untuk praktek membuat sebuah konten yang bermanfaat dan menghasilkan. Hal tersebut tidak beda jauh dengan menulis blog seperti ini.
Perlu diketahui, agar bisa mendapatkan maksimal juga perlu belajar dan terus meningkatkan skill / kemampuan. Tapi bukan berarti merasa takut memulai atau minder karena belum punya kemampuan tinggi untuk menjadi affiliate.
Mencoba memulai dari sekarang lebih baik, daripada tidak sama sekali.
Karena, affiliate bisa menjadi peluang besar yang perlu dibangun sejak dini. Bukan sebuah cara yang instan, untuk mendapatkan penghasilan tetap.
Sedikit sharing dari saya, sebagai ibu rumah tangga tidak ada salahnya mencoba mencari penghasilan digital di era saat ini. Bisa dimulai dengan paling dekat buat sharing promosi produk affiliate, misalnya melalui status whatsapp. Lumayan juga buat latihan untuk membuat konten dalam skala lebih besar.
Tips Memulai Affiliate Tanpa Followers Banyak
Karena seorang ibu rumah tangga itu biasanya belum punya pengikut yang banyak atau followers di akun media sosialnya. Terus bagaimana bisa mendapatkan penghasilan tapi dengan followers yang cenderung sedikit.
Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar bisa memaksimalkan peluang jadi affiliate, antara lain :
- Mulai buat konten yang bermanfaat. Jadi sebelum kamu berjualan atau promosi sebuah produk lewat media sosial. Maka, cobalah dengan memberikan informasi yang bermanfaat terlebih dahulu, agar audiens itu follow akun kalian dengan sukarela.
- Fokus pada 1 topik spesifik. Kesalahan bagi pemula affiliate adalah semuanya ingi⁷n dibahas, dan semuanya yang berpotensi. Padahal kalau semuanya dibahas, jadi audiens yang didapatkan juga kurang maksimal. Coba tentukan terlebih dahulu target audiens yang diinginkan. Sehingga bisa menemukan niche atau topik yang spesifik.
- Pelajari hook dan gunakan hook yang maksimal agar audiens berhenti scroll.
- Fokus dan konsisten. Walaupun sebuah kata yang biasa didengar. Tapi percaya lah untuk bertahan tetap fokus dan konsisten itu lebih berat. Dibandingkan kamu baru memulai bikin konten, karena yang mulai jadi affiliate itu banyak. Namun, orang yang tetap bertahan dan maju tidaklah banyak.
- Bangun kepercayaan dan personal branding yang positif. Orang lain memang tidak mengenal kita secara personal, tapi mereka bisa merasa mengenal kita. Karena konten yang kita buat bisa bermanfaat, berguna dan relevan dengan permasalahan yang audiens hadapi.
Penutup
Sekarang sudah tahu kan, Kenapa ibu rumah tangga banyak yang memulai jadi affiliate? Tentu karena lebih fleksibel, mudah, dan minim modal.
Perlu diingat juga, ketika kamu terjun dalam affiliate marketing. Masih membutuhkan banyak upgrade skill dan ilmu untuk berkembang. Jadi, jangan terus merasa pemula, tapi tingkatkan kemauan belajar, evaluasi, dan berkembang. Agar kamu bisa mencapai goals yang diinginkan.
Pada akhirnya, menjadi affiliate bukan sekedar berapa besar komisi yang kamu dapatkan. Namun, sebagai ibu rumah tangga bisa menjadi langkah kecil untuk tetap bisa berkarya, bertumbuh dan membangun peluang di sela kesibukan urusan rumah tangga.
Itulah, sedikit penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Jangan lupa tetap semangat. Terima kasih






