Sering minder saat awal berstatus ibu rumah tangga. Saya seorang mantan pekerja kantoran di kota jakarta, bekerja di gedung tinggi dengan sejumlah fasilitas yang banyak, kemudahan, dan gaya hidup yang selalu ikutin trend. Tiba-tiba harus berhenti secara mendadak karena pengurangan karyawan di masa Covid 2020.
Sedih, senang, kecewa dan bingung. Semua perasaan campur aduk. Kondisi baru melahirkan, merasa senang tidak perlu meninggalkan anak. Ternyata perasaan minder, malu, kecewa sama diri sendiri lebih besar setelahnya.
Hilang dan timbul semua ujian hidup yang dilalui, tiba lah saya menemukan cara mengembangkan diri sebagai ibu rumah tangga. Siapa sangka, sejuta informasi, kemudahan dan teknologi saat ini bisa membuat ibu rumah tangga sekalipun tetap berkembang.
Semua itu, bisa dimulai dari pola pikir. Yap, pola pikir atau bahasa kerennya saat ini adalah mindset. Bagaimana sih mindset yang tepat harus dimiliki seorang ibu rumah tangga? Pekerjaannya rumah yang banyak, mengurus anak, merawat anak, memiliki peran yang banyak dalam diri, bukanlah hal yang mudah.
Sering kali ibu rumah tangga lebih banyak yang cepat stress dan kelelahan karena saking banyak yang dikerjakan. Belum lagi, pikiran masa depan yang muncul. Beratnya menjadi seorang perempuan. Bukan lagi ibu rumah tangga ya, tapi perempuan.
Mari kita pahami dulu, Growth Mindset seperti apa yang perlu dimiliki seorang ibu rumah tangga? Simak yuk.
Apa itu Growth Mindset?
Growth Mindset merupakan pola pikir untuk selalu ingin berkembang dan bertumbuh. Seseorang yang yakin bahwa suatu bakat, kecerdasan, bahkan untuk mencapai kesuksesan tertentu itu bisa diraih selama selalu berusaha, belajar, dan terus berkembang.
Bukan hanya untuk seorang pekerja ataupun pelajar tapi seorang ibu rumah tangga juga perlu memiliki growth mindset. Seorang ibu rumah tangga bukan berarti stop berkembang, stop berkarya hanya karena hanya di rumah saja.
Justru, ibu rumah tangga bisa terus berkembang, belajar dan berkarya sama halnya dengan yang berperan di luar. Menurut saya pribadi, semua perempuan itu sama-sama hebat apapun perannya. Tinggal bagaimana memiliki pola pikir yang positif dan terus berkembang yang menjadi penentu.
Jadi, growth mindset seperti apa sih yang perlu dimiliki oleh seorang ibu rumah tangga?
Sebagai contoh, perbandingan dua pemikiran yang biasa dialami ibu rumah tangga.
- Aku cuman ibu rumah tangga yang tinggal di rumah, yah cuman buat mengurus rumah dan anak-anak. (Fixed mindset)
- Aku seorang ibu rumah tangga yang bisa belajar banyak hal baru untuk menjalani peran. (Growth mindset)
Atau contoh lainnya seperti ini :
- Aku tuh nggak jago masak, kalau aku masak pasti rasanya aneh. (Fixed mindset)
- Aku memang belum jago masak, tapi aku bisa mencoba dan belajar masak dari tutorial yang ada. (Growth mindset)
Berdasarkan contoh diatas, dalam kehidupan seorang ibu rumah tangga. Growth mindset membantu para ibu tetap bisa bertumbuh walaupun di rumah, bisa tetap melakukan banyak hal tanpa ada batasan.
Lain ceritanya, kalau seorang ibu memiliki pemikiran yang pasrah dan berpikir negatif itu bisa dikatakan sebagai fixed mindset. Jadi, menerima apa adanya dengan keadaan.
Diam-diam Banyak Ibu yang Minder
Pada kenyataanya, muncul rasa minder sering banget dan itu wajar. Apalagi hidup sosial di negara kita, masih banyak kebiasaan membandingkan pencapaian orang lain.
Secara tidak langsung, masih aja dari tahun ke tahun. Ada saja yang masih memperdebatkan antara ibu bekerja vs ibu rumah tangga, membandingkan penghasilan, membandingkan pencapaian, dan sebagainya.
Diam-diam banyak ibu yang lebih milih menarik diri dari kelompok sosial, atau biasa dikenal sebagai sifat insecure. Hal ini membuat seorang ibu merasa tidak layak, tidak pantas bahkan merasa tidak produktif.
Padahal perasaan ini bisa saja loh kita hadapi dan terima, malah dilihat dari sisi positif. Agar memunculkan salah satu ciri dari growth mindset. Minimal, berikan apresiasi ke diri sendiri.
Contohnya, ibu seharian sibuk mengurus rumah, menyiapkan kebutuhan suami, kebutuhan anak, dan memasak. Tapi tanpa sadar jarang banget meluangkan waktu sendiri dan menghargai diri sendiri. Minimal sebelum tidur coba luangkan 5 menit untuk refleksi diri tanyakan kabar diri sendiri. Lalu, ucapkan terima kasih pada diri karena sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk keluarga.
Dengan begitu rasa insecure atau minder pada orang lain akan berangsur hilang. Karena diri ini menerima dan mengakui bahwa ibu rumah tangga juga hebat.
5 Cara Ibu Rumah Tangga Percaya Diri dengan Growth Mindset
Ibu rumah tangga tetap bisa dong terus belajar dan berkarya dengan menumbuhkan growth mindset. Walaupun kegiatan sehari-hari kebanyakan melakukan pekerjaan rumah dan merawat anggota keluarga.
Yuk mulai sekarang bangkit pelan secara pasti, menumbuhkan rasa percaya diri bahwa ibu rumah tangga juga tetap produktif dan berkarya. Berikut cara ibu rumah tangga percaya diri dengan growth mindset, antara lain :
1. Suatu Kemampuan Bisa dipelajari
Saat sekolah kita hanya belajar ilmu pengetahuan, teori, dan lainnya. Tapi di sekolah tidak ada yang mengajarkan bagaimana bertahan hidup, bagaimana bisa merawat anak, dan sebagainya. Hal tersebut juga membutuhkan kemampuan untuk dilakukan. Karena nggak mungkin tiba-tiba bisa melakukannya semua.
Makanya, sebagai ibu rumah tangga perlu memiliki pola pikir bahwa suatu kemampuan itu bisa dikuasai dan dipelajari. Dulu belum bisa menjahit pakaian, tapi kebutuhan itu perlu dikuasai. Minimal bisa menjahit pakaian sobek.
Maka, perlu punya pemikiran bahwa aku memang belum bisa menjahit sekarang. Tapi aku bisa belajar menjahit pelan-pelan, mulai dari mencoba belajar cara pasang benang ke dalam jarum jahit. Melihat
2. Tantangan Sebagai Peluang
Masalah atau ujian itu pasti selalu ada, apalagi dalam kehidupan rumah tangga. Akan mulai muncul berbagai jenis tantangan yang perlu dihadapi.
Jangan sampai punya pemikiran untuk menghindari tantangan yang ada. Daripada ingin menghindari sebuah tantangan, lebih baik coba belajar merubah sudut pandang ke arah lain.
Tantangan atau ujian merupakan kesempatan untuk belajar. Contohnya: anak lagi susah makan, rubah sudut pandang menjadi ibu perlu belajar memasak makanan kesukaan anak biar mau makan.
Atau contoh lainnya, mendapatkan ujian keuangan sedang terbatas. Ubah sudut pandang menjadi cari peluang menghasilkan uang dari rumah tanpa meninggalkan anak.
3. Fokus Pada Proses
Kebanyakan orang gagal itu bukan karena tidak mengetahui cara menuju tujuan yang diinginkan. Tetapi karena terlalu fokus melihat hasil akhir atau tujuan akhir yang ingin dicapai. Tanpa melihat proses yang dilaluinya.
Maka, sebagai ibu rumah tangga juga sama halnya perlu melihat perjalanan proses yang sudah dilalui. Tanpa terus terus melihat tujuan akhirnya.
Misalnya, ibu ingin punya anak berat badannya naik, gemuk dan ideal. Tapi ibu malah stress dan merasa gagal nggak bisa merawat anak.
Coba ubah fokus pada proses yang sudah dilalui, sebelumnya anak tidak mau makan sama sekali, sekarang sudah mau makan nasi sama telur 3 suap. Hadirkan rasa syukur dan menghargai proses yang sudah dilalui.
4. Kritik dan Saran Jadi Sumber Pembelajaran
Tidak jarang dalam kehidupan rumah tangga ada aja yang memberikan kritik atau komentar. Termasuk tentang cara mendidik anak. Biasanya cara mendidik anak akan berbeda-beda setiap keluarga. Kalau ada yang beda sedikit, menjadi bahan kritik orang lain.
Sikap yang tepat sebagai ibu rumah tangga dengan growth mindset, sebuah masukan atau kritik bukan menjadi halangan. Sebaliknya hal tersebut jadi memudahkan dan membantu ibu akan terus berkembang. Termasuk berkembang dan belajar dalam mendidik anak.
5. Belajar dari Kegagalan
Seorang anak bayi yang baru belajar jalan saja sering mengalami kegagalan. Sering terjatuh berkali kali, tapi terus bangkit dan mencoba.
Sebagai ibu rumah tangga juga jangan sampai saat menghadapi kegagalan malah berhenti. Jadikan kegagalan yang ada menjadi pembelajaran hidup.
Hal apa sih yang biasa membuat ibu rumah tangga merasa gagal?
Misalnya melihat anak kok sering tidak nurut, sering tantrum, bahkan melawan. Ibu yang mengalami itu merasa sedih dan pernah merasa gagal. Padahal bukan berarti gagal menjadi ibu, memang setiap anak punya fase yang perlu dilewati. Artinya kamu sedang belajar menjadi ibu yang baik.
Penutup
Setelah mengetahui istilah Growth mindset, teman-teman mulai harus bisa sadar dan makin percaya diri. Semua ujian, tantangan, atau apapun itu yang sedang dihadapi saat ini jangan sampai membuat teman-teman memiliki rasa minder hingga insecure.
Perlu diingat bahwa kita semua punya kesempatan untuk memiliki kemampuan sama dengan yang lain. Selama kita mau terus belajar, berkembang dan menikmati proses yang dijalankan dengan sabar.
Maka, mulai dari sekarang lakukan yang sudah saya sharing tentang cara ibu rumah tangga percaya diri dengan growth mindset. Semoga apa yang saya sharing bisa menjadi penyemangat buat teman-teman buat terus berkembang dan berkarya.






