mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Shanty Si Dokter Hebat

Konten [Tampil]

Waktu istirahat tiba, murid-murid di sekolah menengah atas menikmati waktunya dengan makan siang bersama di kelas.

“Putri, kamu tidak membawa bekal lagi? Kamu hanya minum minuman yang manis dan makan cepat saji, itu tidak baik buat tubuh mu” ujar shanty pada temannya yang sedang asyik menikmati minuman manis dengan bola bola kenyal.

Sambil menatap bekal shanty yang hanya nasi putih dengan telur goreng ditambah sebotol air putih. Berkata dengan heran “sudahlah tidak perlu memikirkan aku, pikirkan saja bekal mu sendiri yang tiap hari dengan telur ataupun tempe goreng”

Menurut shanty, itu adalah bekal istimewa yang dia bawa. Dia harus membawa bekal makan dan minum kalau tidak akan kelaparan karena shanty tidak pernah membawa uang saku ke sekolah.

Shanty anak sederhana yang tinggal di desa pedalaman. Karena kecerdasannya, ia bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah menengah atas di kota. Ia perlu menempuh waktu dan perjalanan yang sangat jauh demi bisa sekolah tiap hari. Dia rela melakukannya, walaupun shanty sangat kelelahan.

Shanty, memiliki orang tua yang bekerja sebagai petani. Ayahnya bekerja menggarap sawah milik orang lain, dengan cara di sewa. Hasil dari panen tersebut hanya bisa cukup untuk kebutuhan makan sekeluarga. Untuk bisa membeli pakaian baru saja sulit bagi keluarga shanty.

Nasib shanty sekolah di SMA kota tidak berjalan dengan mulus. Di sekolahnya banyak murid dari keluarga kaya raya, terkadang melihat sebelah mata keadaan shanty.

Tampilannya lusuh, pakaian seadanya, dan sepatu hitam yang sudah mulai menipis bagian alasnya. Membuat murid lain enggan menemani shanty.

Di sisi lain, shanty menjadi anak yang ramah, sopan dan pintar. Setiap pelajaran di kelas, shanty mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Nilainya pun stabil dengan predikat terbaik.

Tibalah, waktu pemilihan dokter kecil di sekolahnya. Pemilihan dokter kecil ini cukup ketat, karena banyak sekali yang menginginkan posisi ini. Setiap anak yang terpilih akan mendapatkan pelatihan khusus untuk menjaga kesehatan diri sendiri, teman dan lingkungan sekolah.

Peran menjadi dokter kecil bisa menjadi awal dan latihan bagi siswa-siswi yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Apalagi pelatihannya langsung diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan dari pemerintah yang sudah berpengalaman. 

“Ah shanty, kamu juga ikut pendaftaran dokter kecil?” Putri bertanya dengan heran

“Tentu saja, ini kesempatan baik untuk aku, aku ingin menjadi dokter kelak”

“Apa jadi dokter? Hahaha. Orang seperti kamu memang mampu sekolah kedokteran? Akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Apalagi ayahmu hanya seorang buruh tani”

Ledek putri kepada shanty.

Terdengar sangat menyakitkan hati shanty, karena merasa diremehkan. Sedangkan program dokter kecil ini berhak diikuti oleh siapa saja, selama mengikuti proses seleksi dengan baik.

“Sudahlah shanty, kamu tidak perlu memikirkan perkataan putri. Tidak salah kamu mencoba kesempatan ini. Kamu harus tetap semangat ya” rani sahabat shanty pun menghiburnya.

“Iya terima kasih ya” kata shanty.

Waktu pengumuman dokter kecil pun tiba. 

Semua murid yang telah melakukan pendaftaran dan mengikuti seleksi berkumpul. Melihat papan pengumuman dengan tidak sabar. Ingin melihat apakah namanya tertera di papan pengumuman. 

Apabila terpilih, alangkah bahagianya karena akan dapat kesempatan sangat besar. Pelatihan mengenai kesehatan oleh dokter dan tenaga kesehatan yang berpengalaman.

Tiba-tiba wajah shanty pun tampak sedih. Ternyata di dalam pengumuman itu tidak tertulis namanya. Guru wali kelas shanty berkata “persaingan tahun ini sangat ketat, karena peminatnya sangat banyak. Kamu jangan terlalu sedih ya, pasti akan ada kesempatan yang lebih besar menanti di masa depanmu”

Putri, teman shanty sejak dari awal pendaftaran dokter kecil yang terus mengejeknya pun terlihat senyum bahagia. Dia merasa telah membuktikan bahwa memang shanty tidak mampu jadi dokter kecil.

Walaupun shanty tidak mendapatkan kesempatan itu. Masih banyak sahabat dan guru yang tetap sayang pada shanty. Memberikan semangat dan menghiburnya. Agar tidak terlalu berlarut sedih dan kecewa. 

****

“Hore, kita lulus semua. Alhamdulillah… shanty lihat nama kamu di urutan nomor 1” rani berteriak sambil menghampiri shanty.

Shanty melihat pengumuman papan kelulusan sekolah menengah atas. Benar saja, namanya tertulis dengan jelas di peringkat nomor 1. Siswa terbaik yang memiliki nilai terbaik.

Dengan nilai yang tinggi dan menjadi siswa berprestasi menjadi hadiah terbaik untuk shanty. Walaupun dia tidak kesampaian menjadi dokter kecil. Sejak saat itu dia belajar lebih giat lagi agar bisa mendapatkan nilai terbaik. Menambah waktu belajarnya hingga larut malam. 

Dia bertekad, untuk bisa mengejar mimpinya menjadi dokter profesional. Justru, berubah impiannya menjadi lebih besar. Dia ingin menjadi dokter yang memiliki banyak pengalaman dan bisa melakukan hal bermanfaat untuk orang lain. Tentunya dia juga ingin bisa memberikan pelatihan pada murid sekolah yang ingin menjadi dokter kecil.

***

Karena usahanya yang pantang menyerah dan terus berusaha. Shanty bisa mendapatkan jalan yang terbaik menuju impiannya.

Shanty meneruskan pendidikan kedokteran melalui jalur beasiswa. Orang tua benar-benar tidak mengeluarkan biaya untuk pendidikan kedokteran shanty.

Betapa hebatnya shanty, bisa mendapatkan kesempatan emas ini. Pastinya dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Shanty belajar dengan giat selama pendidikan kedokteran.

Di pendidikan kedokteran, shanty terkenal sebagai mahasiswa berprestasi dan terbaik setiap semesternya. Dia tidak luput mengikuti banyak perlombaan, olimpiade saat semester awal. Ketika mendekati semester akhir, shanty banyak mengikuti seminar dan membuat banyak karya ilmiah. 

*****

“Assalamualaikum bu, apa kabar?”

Sapa seorang perempuan cantik, dengan pakaian seperti dokter menyapa guru di sekolah menengah atas.

Guru itu pun merasa tidak asing dengan wajah perempuan cantik itu. Terus menatapnya sambil mengingatnya apakah pernah bertemu dengan perempuan itu.

“Halo bu, saya shanty. Dulu saya menjadi wali murid ibu di sekolah. Apakah ibu masih mengingat saya?”

Ibu guru itu pun terkejut.

“Shanty? Ya Ampun kamu banyak berubah. Ibu sampai tidak mengenalinya”

“Iya bu, saya shanty”

“Ada keperluan apa kamu disini nak? Apa ada yang bisa ibu bantu?”

“Saya datang kesini, mau memberikan pelatihan untuk siswa-siswi yang terpilih menjadi dokter kecil”

“jangan-jangan kamu sebagai dokter yang akan memberikan pelatihan untuk murid disini?”

“Iya bu, benar”

Ibu guru pun sangat terkejut dan tidak menyangka. Bahwa shanty bisa mengwujudkan impiannya waktu sekolah dengan tepat. Dia bisa menunjukan pada ibu gurunya bahwa dia berhasil. Bisa menjadi lebih baik, bukan hanya dokter kecil. Tapi dia sudah berprofesi sebagai dokter spesialis yang hebat. Memberikan banyak pertolongan pada orang yang membutuhkannya. 

“Saya tidak akan seperti ini, kalau tidak berkat nasehat ibu sampaikan. Saya berusaha keras membuat impian yang besar dan menggapainya. Kalau tidak begini, mungkin saya tidak punya impian dan terus terpuruk”

****

Sebagai manusia di dunia ini, janganlah mudah menyerah karena satu kegagalan. Artinya kegagalan bisa menjadi guru terbaik untuk hidup kita. Dengan gagal kita bisa merasakan sedih. Tapi setelah itu, bangkit dan berjuang lebih keras untuk mengejar mimpi.

Seperti shanty, ketika dia mendapatkan kegagalan untuk menjadi dokter kecil sewaktu sekolah. Bukan berarti dia menyerah dan terpuruk. Apalagi adanya tantangan dan ejekan dari temannya yang tidak mempercayai kemampuannya.

Justru dia bangkit, membangun impian lebih besar dan berusaha lebih keras lagi.

Related Posts
Amicytia Nadzilah
istri, ibu dari dua anak perempuan dan seorang wanita pembelajar menjadi blogger profesional. Tinggal merantau di pulau sebrang singapura, belajar mandiri dan menulis cerita pengalaman yang dilalui.

Related Posts

Posting Komentar