mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Alasan Menulis Blog dan Tips Manajemen Waktu

Konten [Tampil]

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Menulis di blog saat ini jadi salah satu rutinitas yang aku lakuin. Yap, setelah aku merubah status menjadi ibu rumah tangga akhirnya menemukan kegiatan ‘gue banget’. 

Kalau diingat kembali kenapa memilih menulis, secara tidak sadar aku dari dulu orangnya suka menulis. Apalagi waktu masih di bangku sekolah, kalau lagi belajar wajib hukumnya untuk menulis ulang apa yang sudah dipelajari. Aku sampai selalu sedia kertas HVS untuk digunakan catatan ulang yang aku pelajari.

Aku sendiri sampai bangga, catatan singkat itu suka dipakai sama teman lainnya. Sering kali teman-teman meminta catatan itu, untuk dibawa pulang. Aku selalu memberikannya dengan cuman-cuman. Aku nggak keberatan karena masih punya catatan asli yang lengkap aku tulis di buku khusus. Emang sebenarnya jiwa suka menulis sudah hadir sejak dulu.

alasan menulis di blog

Kenapa Blog?

Materi pertama pada Blogspedia Coaching yang disampaikan oleh coach marita yang aku ikuti. Buat aku semakin yakin memilih menulis di blog dan menjadi seorang blogger. Dengan menulis blog aku bisa menjadi diri aku sendiri, bebas bercerita, dan mengeluarkan ide yang aku miliki saat ini. 

Awalnya berpikir menulis di blog itu kaku dan harus pakai bahasa Indonesia formal. Selayaknya artikel dari media online. Ini jadi salah satu hal yang bikin aku senang menulis di blog. Ternyata kelebihan dari blog itu, bisa menggunakan bahasa yang nyaman sesuai penulisnya. 

Aku pribadi memilih blog karena lebih bebas dan bisa menulis sepanjang yang aku mau. Awalnya aku hobi cerita semua kejadian harian di status whatsApp ataupun instagram story. Keterbatasan karakter jadi buat aku bikin postingan banyak hingga titik-titik kecil. 

Kenalan lah sama blog, ah iya kenapa sampai nggak kepikiran bikin cerita di blog. Yah bisa dibilang catatan harian versi digital. Walaupun awalnya cerita dengan bahasa yang kaku banget. Tapi lama-lama seneng jadi keterusan deh. Cerita lengkapnya alasan aku kenapa memilih menjadi blogger bisa di baca ya.

Lalu, kalau kalian bagaimana? Kenapa memilih menulis di blog?

Temukan Big Why Menulis Blog

Sebelum masuk ke materi belajar ngeblog dan berbagai praktek lainnya. Coach Marita memberikan materi pemanasan tentang Blogging : Passion, Skill & Consistency dulu. Aku merasa panas melihat isi materi ini super lengkap dan detail pembahasannya. Banyak sekali ilmu dasar yang perlu diketahui sebelum benar-benar terjun menjadi blogger.

Jujur, kemarin-kemarin yah aku langsung nyemplung aja. Tulis sesuka hati dan posting, tidak memikirkan aturan dan cara yang baik seperti apa. 

Pertama yang perlu dicari adalah The Big Why atau alasan kenapa sih menulis di blog? Jangan sampai mulai nulis di blog hanya karena ikutan trend, hanya karena tergoda akan mendapatkan uang (itu aku dulu, jangan ikuti ya hehe). 

Dengan menemukan The Big Why menulis di blog membuat kita tetap berada di jalan yang lurus. Ketika menghadapi rintangan, meski kerikil kecil yang tajam. Karena kalau nggak punya alasan yang kuat, kita bisa berhenti ditengah jalan dan meninggalkan hal yang sudah di mulai.

Tau kan rasanya di tinggalin itu nggak enak? Hehehe

Alasan Menulis di Blog

Jika sudah memulai, makanya jangan sampai ditinggalin ya. Seperti aku yang sudah memilih dan memulai menulis blog, penting menemukan alasan yang sebagai pondasi. Inilah versi aku membuat tujuan menulis di blog.

1. Sebagai Tempat Cerita Pengalaman

Tujuan utama menulis blog memang murni buat tempat cerita, cerita apa aja sampai mengeluarkan uneg-uneg. Meski kebanyakan masuk di draft aja, karena pemilihan kata yang bebas banget. Masih punya pemikiran menulis itu harus pakai bahasa formal. Ternyata menulis blog sangat menyenangkan karena bisa bebas mengekspresikan diri. 

Kondisi saat ini aku baru mau merantau di kota yang jauh dari keluarga. Buat kesempatan aku bisa semakin sering menulis. Menceritakan pengalaman pertama kali yang aku lalui. Bisa untuk kenangan masa depan, anak dan cucu yang membacanya juga.

2. Menyalurkan Kebutuhan Kata Harian

Kebutuhan mengeluarkan 20.000 dalam satu hari menjadi alasan kedua aku. Yah jangan heran karena aku tidak punya tempat yang tepat untuk menghabiskan kata dalam satu hari. 

Awalnya ragu, apa iya sama menulis dengan berbicara langsung? Tapi setelah dijalani, aku merasa cukup berpengaruh. Buktinya setelah menulis aku lebih fresh dan tenang. Artinya tidak ada pikiran yang menumpuk. 

Maklum ya, lawan bicara di rumah baru ada suami yang memiliki kebutuhan menyalurkan kata lebih sedikit. Setiap pulang ke rumah sudah dalam keadaan lelah dan sudah habis katanya digunakan untuk bekerja. Ada anak, tapi masih balita. Mereka juga lebih banyak membutuhkan didengarkan.

Kebayang ya, seberapa mumetnya kalau aku nggak berhasil menyalurkan kata dalam sehari. Bisa-bisa menumpuk dan nanti meledak jadi ocehan yang galak.

3. Sebagai Me Time 

Waktu menulis menjadi me time terbaik versi aku. Kok bisa ya? Capek-capek nulis tapi malah buat me time. Yap, karena menulis dengan keadaan tenang sendirian itu menjadi waktu terbaik.

Cukup kesulitan aku mendapatkan waktu sendiri yang panjang dan membuat fresh. Kalau berharap pergi hangout, nonton film, atau jalan ketemu teman itu bisa dihitung satu tangan dalam setahun. Maka dari itu, aku harus pintar menyediakan waktu me time dengan sebaiknya walaupun di rumah.

Apalagi kalau bukan dengan menulis di depan laptop. Rasanya lega banget kalau punya waktu walaupun satu jam untuk menulis. 

4. Personal Branding

Aku tidak ingin hanya dijuluki sebagai ibu di rumah. Sebenarnya tidak ada salahnya dengan status tersebut. Tapi aku tipe orang yang tidak bisa diam. Rasanya aku ingin bisa melakukan sesuatu dan dikenal oleh orang lain. 

Dulu aku pernah ngerasain di pandang sebelah mata karena keputusan yang aku ambil. Kali ini, aku mau sedikit menunjukan bahwa apa yang aku lakukan itu sama berarti dan memberikan nilai manfaat juga pada orang lain. 

Setidaknya saat ini aku bisa menjadi seorang blogger, seorang yang mengelola blog sendiri. Menulis artikel yang bisa memberikan manfaat dan pengalaman bagi pembacanya.

5. Bonus Dapat Penghasilan

Spesial edisi tujuan menulis di blog adalah bisa mendapatkan bonus penghasilan tambahan di rumah aja. 

Dengan menulis artikel, terdapat beberapa tawaran pekerjaan yang bisa didapatkan. 

Misalnya memberikan ulasan produk yang pernah kita gunakan, promosi produk baru, mengenalkan sebuah brand atau kegiatan yang akan hadir.

Dengan memberikan perawatan blog yang kita miliki, rajin menambah artikel baru yang original, dan tampilan yang menarik bisa menjadi nilai tambah. Untuk bisa dilirik mendapatkan kerjasama.

Manajeman Waktu Menulis di Blog

Ketika memulai menulis di blog penting melakukan manajemen waktu. Kalau kata coach marita jangan sampai lupa diri, lupa keluarga, sampai lupa makan. Duh kalau sudah begitu tandanya sudah tidak sehat kegiatan yang kita lakukan.

Aku yang berstatus istri dan memiliki 2 anak juga wajib hukumnya melakukan manajemen waktu. Apalagi sebentar lagi menuju mom of three, alias aku lagi hamil. Alhamdulillah, dalam kondisi saat ini aku tetap meluangkan kegiatan yang aku suka.

Terus gimana cara berbagi peran harus menjadi istri, mengasuh anak-anak, melakukan pekerjaan rumah ditambah lagi harus tetap menulis? Tenang bertahap ya, awalnya juga aku nggak pinter-pinter amat bagi waktu. Tapi demi keseimbangan antara kewajiban dan kesenangan jadi perlu di atur waktunya. Nah, ada beberapa tips manajemen waktu versi aku agar tetap bisa menulis di blog.

1.Tentukan Prioritas

Setiap melakukan sesuatu perlu menentukan skala prioritas dalam hidup. Mulai dari penting dan urgent, penting tapi tidak urgent, dan tidak penting dan tidak urgent.

Kita sendiri yang tahu bagaimana kemampuan dalam melakukan aktivitas. Jangan sampai mengorbankan waktu penting demi kesenangan pribadi. Salah satunya keluarga yang selalu menjadi prioritas utamanya. 

Dengan mengetahui skala prioritas yang sudah ditentukan. Jadi mengetahui kapan waktu bersama keluarga, dan waktu untuk diri sendiri. Bisa lebih fokus dan mindfull setiap aktivitas yang dilakukan juga.

2. Sediakan Waktu Khusus

Ketika aku sudah menetapkan serius menulis di blog artinya perlu menyediakan waktu khusus. Bukan menggunakan waktu luang untuk menulis. Karena kalau nunggu waktu luang jadinya nggak akan menulis. Setiap hari pasti dipenuhi dengan kesibukan domestik (khusus ibu di rumah seperti aku)

Saat ini aku mencoba meluangkan waktu subuh hingga menjelang pagi. Lumayan ada waktu 1 - 1.5 jam bisa fokus mengerjakan. Kadang juga di malam hari, kalau badan tidak terlalu capek setelah aktivitas. Tapi biasanya kalau malam aku lebih banyak digunakan untuk membaca, bisa baca artikel atau nonton film untuk inspirasi bahan menulis.

3. Perhatikan Kebutuhan Diri dan Keluarga

Dari penjelasan materi coach marita, kalau ngeblog atau menulis di blog jangan sampai lupa makan dan jaga kesehatan. Saking keasikan depan laptop, jadi lupa waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Duh aku merasa tersentil, pernah saking keasyikan aku lupa dengan keluarga. Membiarkan anak-anak ikut depan gadget seharian. Setelah itu nggak lagi-lagi aku pegang laptop di waktu siang hari. Karena anak pasti ikut di depan layar juga.

4. Ingat Tujuan Menulis Blog

Namanya manusia semangat itu naik dan turun ya. Kalau ada yang meninggalkan komentar atau tiba-tiba viewnya nambah banyak artinya ada yang baca. Rasanya seneng banget dan semangat terus cari ide buat menulis. 

Lain ceritanya, kalau viewnya segitu-gitu aja. Jadi semangatnya berkurang deh. Atau sudah lama tidak ada yang nawarin pekerjaan, malah makin malas. 

Duh jangan seperti itu ya. Agar tetap konsisten dan mengalir terus menulis artikel. Selalu berpegang teguh tujuan utama menulis blog. Mau ada badai sekalipun, tetap menulis di blog dengan konsisten.

Nah, itulah sharing penjelasan alasan atau tujuan menulis di blog dan tips manajemen waktu agar tetap menulis versi aku. Setiap blogger pasti memiliki The Big Why sendiri kenapa memilih menulis blog. Apapun itu alasannya selama memberikan manfaat dari sisi positif kita harus tetap mempertahankannya. Agar tidak mudah pudar semangat dan konsisten dalam menulis di blog ya.

Related Posts
Amicytia Nadzilah
istri, ibu dari dua anak perempuan dan seorang wanita pembelajar menjadi blogger profesional. Tinggal merantau di pulau sebrang singapura, belajar mandiri dan menulis cerita pengalaman yang dilalui.

Related Posts

Posting Komentar