mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Cerita Kehamilan Ketiga: Perubahan Kondisi Pada Awal Kehamilan

Konten [Tampil]
Cerita kehamilan : perubahan kondisi di awal kehamilan

Minggu ketiga di bulan Ramadhan tahun 2024 kemarin, aku merasakan kondisi tubuh lebih cepat capek. Terlebih saat anak banyak tingkah yang dilakukan aku mudah sekali emosinya naik.

Saat itu aku merasakan ada hal yang berbeda sama tubuh. Sempat muntah dan diare hingga 4 hari, tapi hati merasa ada yang beda. Aku memutuskan untuk testpack. Benar saja dugaan aku ternyata garis dua, artinya aku hamil anak ketiga.

Kesan pertama ketika melihat hasil testpack aku menangis tersedu. Bahkan memberikan info pada suami sambil menangis. Suami langsung bingung melihat ekspresi aku, karena sebenarnya ia sangat senang mengetahuinya. Bukannya aku tidak bersyukur mendapatkan rezeki hamil anak ketiga. Hanya saja aku campur aduk pikirannya karena masih memiliki anak 18 bulan dan 4 tahun yang masih membutuhkan banyak perhatian.

Rasa bersalah aku berkali-kali hadir, aku belum bisa menuntaskan ASI sampai 2 tahun pada anak kedua. Aku juga ada rencana tahun ini ingin mulai mendaftarkan anak pertama ke TPA. Rasanya gagal semua tidak bisa terlaksana karena akan memiliki bayi.

Perlahan dengan pasti, aku diberikan nasehat dan semangat oleh suami. Sesungguhnya aku tidak seharusnya sedih. Sambutlah dengan suka cita rezeki hadirnya janin dalam rahim ini. Suami terus mengingatkan anak adalah rezeki yang tidak ternilai. Tidak perlu khawatir setiap anak akan mendatangkan rezekinya masing-masing.

Teringat suami sering bercerita tentang teman dekat di kantor, sudah menikah hingga 8 tahun tapi belum memiliki anak. Hal itu membuat aku mendatangkan rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan. Bahwa masih banyak orang lain yang kesulitan hingga perlu mengeluarkan banyak uang demi memiliki anak. Sedangkan, kami bisa diberikan rezeki anak secara alami.

Walaupun begitu aku tetap perlu beradaptasi dengan keadaan saat ini. Kondisi hamil muda atau trimester pertama tidaklah mudah. Dimana sambil mengasuh kedua anak aku yang masih kecil. MasyaAllah, nikmat dan perjuangan menjadi seorang ibu tidaklah mudah.

Memang kehamilan anak ketiga ini tidak ada rencana sama sekali. Bahkan, aku tidak berharap dalam waktu dekat ingin tambah anak lagi. Takdir berkata lain, Allah berikan rezeki anak dengan jarak dekat. Banyak sekali perubahan kondisi yang aku rasakan secara fisik maupun mental untuk kehamilan ketiga ini. 

Aku mau sedikit sharing perubahan kondisi seperti apa yang biasa dialami oleh para ibu hamil pada trimester pertama.

Perubahan Kondisi yang Dirasakan

Periode kehamilan seorang wanita kurang lebih terjadi 40 minggu. Periode kehamilan ini dibagi menjadi tiga yaitu trimester pertama (12 minggu pertama), trimester kedua (12 minggu - 32 minggu) dan trimester ketiga (32 minggu - 40 minggu/ kelahiran).

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil perlu mempersiapkan perubahan kondisi yang akan dirasakan. Mulai dari perubahan fisik hingga perubahan psikis. Lalu, perubahan apa saja yang bisa terjadi? Berikut beberapa kondisi yang dirasakan pada trimester pertama berdasarkan pengalaman.

1. Mudah Lelah dan Sering Mengantuk

Sebelum hamil, aku tipe ibu yang cukup gesit dan banyak kegiatan. Dari bagun tidur mulai masak untuk sarapan dan bekal suami kerja, dilanjutkan dengan membersihkan bekas memasak, tidak lama anak-anak bangun jadi langsung mengurus keperluan anak. Tidak lupa juga mengajak anak bermain, bahkan aku tidak pernah kehabisan ide untuk mengajak anak bermain setiap hari.

Namun, semua berubah drastis memasuki awal kehamilan ini. Badan terasa berat dan mudah lelah. Walaupun sekedar mencuci piring, setelah itu rasanya ingin tiduran lebih lama. 

Hal ini disebabkan karena perubahan hormon pada tubuh ibu hamil. Kondisi ini alami terjadi pada tubuh untuk mempersiapkan pertumbuhan janin dalam rahim. Jadi, ibu hamil akan merasa kurang bertenaga dan mudah mengantuk. Maka, perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari agar bisa mengatasi mudah lemas pada ibu hamil

2. Mual dan Muntah

Kondisi mual dan muntah menjadi tanda umum yang biasa dialami pada awal kehamilan. Sering kali disebut sebagai morning sickness. Walaupun pada kenyataanya tidak selamanya mual dan muntah terjadi hanya di pagi hari. 

Setiap kehamilan yang aku alami memiliki perbedaan kondisi. Pada kehamilan ketiga ini, aku merasa mual dan muntah terparah yang pernah aku rasakan. Bahkan, seharian aku rasanya mual terus. Penciuman menjadi lebih sensitif, sehingga tercium bau aneh menyengat sedikit aku bisa mual dan pusing.

Untuk mengurangi rasa mual biasanya aku sedia minyak kayu putih untuk aku hirup. Karena bisa membantu melegakan penciuman. Perlu menghindari makanan atau benda yang memiliki bau terlalu menyengat. Selain itu, bisa makan permen jahe atau rasa mint untuk menghilangkan rasa mual.

3. Meningkat Frekuensi Buang Air Kecil

Perubahan kondisi yang pasti terjadi yaitu frekuensi buang air kecil jadi lebih sering. Hal itu karena rahim tumbuh semakin besar akan menekan kantung kemih. Sehingga, rasa ingin buang air kecil akan lebih sering.

Penyebab meningkatnya frekuensi buang air kecil juga terjadi karena volume darah pada tubuh ibu hamil akan meningkat. Menyebabkan tubuh akan memproses cairan lebih banyak juga.

4. Tidak Nyaman Pada Area Perut

Perubahan kondisi yang aku rasakan pada kehamilan ini yaitu muncul ketidaknyaman pada area perut. Sebenarnya ini kondisi yang sulit didefinisikan. Tidak nyaman disini bukan berarti timbul rasa sakit atau nyeri. Namun, saat melakukan aktivitas terlalu lama seperti duduk atau berdiri, bisa membuat area perut tidak nyaman. Rasanya seperti energi tubuh habis dan ingin segera rebahan. 

5. Perubahan Suasana Hati

Seorang ibu hamil sangat mungkin akan mengalami perubahan suasana hati lebih cepat. Hal itu sangat aku rasakan di awal. Lagi-lagi hal tersebut juga dipengaruhi karena perubahan hormon yang terjadi pada dalam tubuh. Ditambah dengan tubuh yang mudah lelah, dan muncul pikiran kekhawatiran yang akan terjadi.

Seperti diawal aku bercerita, suasana hati di awal kehamilan yang hadir yaitu rasa khawatir dan sedih. Banyak pikiran yang belum tentu terjadi sudah dikhawatirkan. Agar tidak menimbulkan stress pada awal kehamilan, lebih baik banyak berbicara dan bertukar cerita dengan suami. Sebagai partner hidup, perlu membicarakan secara bersama pikiran, masalah, kekhawatiran apa yang dirasakan menjadi ibu. Sehingga, mendapatkan solusi dan tidak terlalu banyak berpikir secara berlebihan.

Tips Menjaga Kehamilan di Trimester Pertama

Tips Menjaga Kehamilan di Trimester Pertama

Dari banyaknya perubahan kondisi yang dialami oleh ibu hamil pada awal kehamilan. Tidak lepas dengan usaha untuk menjaga kehamilan di trimester pertama tetap sehat. Berikut tips menjaga kehamilan di trimester pertama :

  • Segera konsultasi pada dokter kandungan untuk memastikan kondisi kehamilan dalam keadaan sehat
  • Selalu minta dukungan dari pasangan dan keluarga selama proses kehamilan
  • Jaga kondisi agar tidak banyak pikiran, cobalah lebih rileks dan santai
  • Perhatikan asupan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi
  • Cukupi kebutuhan cairan dengan baik
  • Perbanyak istirahat dan kurangi aktivitas berat

Setelah mengetahui beberapa perubahan kondisi yang biasa terjadi dan dirasakan pada awal kehamilan. Dengan begitu, bisa lebih mudah menghadapi dan melewati kehamilan ini.

Sekian cerita kehamilan ketiga, hal apa saja perubahan yang terjadi pada trimester pertama. Semoga bisa bermanfaat untuk ibu-ibu muda, ibu hamil, dan ibu yang ingin merencanakan kehamilan. Setidaknya bisa berbagi kisah cerita pengalaman yang terjadi.

Related Posts
Amicytia Nadzilah
istri, ibu dari dua anak perempuan dan seorang wanita pembelajar menjadi blogger profesional. Tinggal merantau di pulau sebrang singapura, belajar mandiri dan menulis cerita pengalaman yang dilalui.

Related Posts

Posting Komentar