Tahun 2026, jadi era dimana ibu rumah tangga mencari cara menjadi konten kreator. Saya yakin di luar sana, ibu rumah tangga yang cerdas juga ingin melebarkan sayapnya untuk berkarya dan produktif. Dengan bonus bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Apalagi kan sekarang sudah banyak tersedia sosial media yang bisa dipilih untuk menjadi platform untuk membuat konten. Seperti : instagram, tiktok, threads, facebook, ataupun youtube.
Tapi, masih ada saja yang masih bingung dan ragu juga untuk memulai. Tidak sepenuhnya yakin, apakah ibu rumah tangga bisa menjadi konten kreator?
Oleh karena itu, artikel kali ini saya akan sedikit sharing bagaimana cara menjadi konten kreator dan mindset yang perlu ditanamkan dulu sebelum terjun menjadi konten kreator. Simak sampai selesai ya. Agar kamu bisa menjadi ibu rumah tangga yang berkarya dan produktif melalui konten bermanfaat.
Ibu Rumah Tangga Jadi konten kreator
Menjawab pernyataan sebelumnya di atas tentang apakah ibu rumah tangga bisa menjadi konten kreator?
Jawabannya, sangat bisa ibu rumah tangga menjadi konten kreator. Justru menjadi potensi besar untuk seorang ibu rumah tangga berkarya dan produktif menebar kebaikan yang bisa dilakukan dari rumah aja.
Sebelum terjun ke dunia digital ini, hal yang perlu dipikirkan adalah tentukan jenis konten apa yang ingin dibuat. Perlu diingat banyak banget jenis konten dan platform yang bisa dipilih.
Misalnya, kamu suka menulis bisa membuat konten berupa cerita atau tulisan di personal blog dan instagram. Konten video juga bisa, pilihan platformnya lebih banyak.
Langkah pertama sebelum ibu jadi konten kreator adalah tentukan platform apa yang ingin digunakan untuk buat konten. Karena sejujurnya, sepengetahuan pribadi lebih baik fokus 1 platform, kemudian kalau memang sudah punya traffic dan menghasilkan bisa langsung dilebarkan lagi “sayapnya”.
Selain itu, ketika sudah memutuskan ingin menjadi konten kreator. Maka, perlu membentuk mindset yang tepat. Agar tidak berhenti ditengah jalan, tidak takut dengan kegagalan, dan siap menghadapi berbagai karakter audiens yang akan dihadapi.
5 Mindset Wajib Punya Sebelum Ibu Rumah Tangga Jadi Konten Kreator
Buat ibu rumah tangga yang baru mulai dan baru belajar jadi konten kreator, wajib pahami mindset ini terlebih dahulu. Berikut 5 mindset wajib dipunya sebelum ibu rumah tangga jadi konten kreator.
1. Berproses Lebih Dulu
Mindset pertama yang harus dimiliki paham bahwa menjadi konten kreator itu butuh berproses lebih dulu. Karena tidak ada konten kreator yang tiba-tiba dikenal banyak orang. Mereka juga dulunya bukan siapa-siapa, tapi mereka berproses dulu membangun personal branding sebagai konten kreator.
Ibu rumah tangga juga bisa loh memulai dari rumah aja, membangun personal branding apa adanya. Pastinya paham semuanya butuh proses dulu, ada yang butuh waktu lama tapi ada juga yang hanya membutuhkan waktu singkat.
Dengan memahami bahwa proses adalah bagian penting dalam membangun personal branding jadi konten kreator. Ibu bisa lebih percaya diri memulai buat konten tanpa ada rasa keraguan dan ketakutan.
2. Rutin Buat Konten Lebih Penting
Rutin buat konten atau konsisten membuat konten punya nilai lebih penting dibandingkan membuat konten sedikit atau menunggu membuat konten yang sempurna.
Sejatinya, konsisten itu penting dilakukan tanpa harus memikirkan kesempurnaan. Pertama, harus berani mulai dengan kondisi dan peralatan yang ada saja. Terpenting konten yang dibuat punya tujuan jelas memberikan informasi kebermanfaatan bagi yang melihatnya.
Dengan terus rutin membuat konten, secara tidak langsung akan mulai terbiasa. Kemudian, mulai belajar memperbaiki dari kesalahan atau yang belum sempurna. Yap, insya allah seiring berjalan waktu melakukan konsisten membuat konten akan terbiasa dan menjadi lebih baik.
3. Berani dan Yakin
Tantangan yang sering dihadapi para ibu yang ingin mulai jadi konten kreator adalah tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Oleh karena itu, pentingnya ibu menanamkan mindset yang baik untuk memulainya.
Mindset itu adalah berani dan yakin dengan kemampuan sendiri. Modal yang penting menurut saya pribadi itu satu hal ini.
Yakin dengan cerita dan pengalaman sendiri punya keunikan masing-masing. Justru dengan pembawaan yang apa adanya, bisa menjadi ciri khas dan pembeda dalam pembuatan konten nantinya.
4. Utamakan Manfaat dan Value
Perlu diingat konten yang viral belum tentu akan bertahan lama. Dibandingkan dengan konten yang memiliki nilai manfaat jangka panjang, konten evergreen.
Jadi, konten yang dihasilkan sebaiknya utamakan tetap bisa terus relevan dari waktu ke waktu, punya nilai manfaat, sekaligus akan selalu dicari oleh audiens.
Dibandingkan dengan konten yang hanya memanfaatkan momen tertentu dan nunggu viral aja. Bisanya jenis konten yang dibuat berupa edukasi umum, informasi, ataupun panduan tertentu.
5. Konten adalah Aset
Konten adalah aset jangka panjang dalam dunia digital. Maka, sebaiknya kita membuat konten yang punya nilai positif, menggunakan etika yang baik dan sopan.
Karena apa? Kalo kamu mau dikenal sebagai konten kreator. Maka buatlah konten seperti apa yang ingin kalian dikenal. Apakah sebagai konten kreator yang simpel, humoris, serius dan sebagainya.
Selain itu, konten yang dibuat hari ini tidak sepenuhnya akan berdampak saat ini juga. Tapi akan terus tersimpan di jejak digital.
Itulah, mindset yang perlu ditanamkan dalam diri dulu ya sebagai ibu rumah tangga yang ingin menjadi konten kreator. Selanjutnya, mari kita bahas bagaimana sih tips menjadi konten kreator bagi ibu rumah tangga yang masih pemula.
Yuk, kita bahas ya.
Cara Menjadi Konten Kreator Untuk Ibu Rumah Tangga
Setelah menetapkan hati ingin jadi konten kreator, yuk mari kita cari tau cara menjadi konten kreator yang tepat untuk ibu rumah tangga mau mulao sekarang.
1. Tentukan Platform Utama
Semua sosial media itu punya potensi yang sama besarnya untuk dijadikan tempat berkarya menjadi konten kreator. Tapi kita perlu tetapkan dulu fokus pada satu platform utama yang akan digunakan. Agar kedepannya tidak perlu pusing memikirkan ide kontennya.
Karena setiap platform punya karakternya masing-masing. Misalnya di tiktok, platform ini lebih dominan ramai konten dalam bentuk video, musik dan menghibur. Kalau instagram, bisa lebih fleksibel pilihannya. Konten teks / carousel dan video sama-sama bisa ramai, selama memiliki value yang pas dengan audiens. Beda lagi kalau mau memilih bikin konten di Youtube.
Sebenarnya, bisa saja membuat konten lalu upload di berbagai platform. Namun, sebagai pemula yang akan terjadi biasanya pusing, burnout, sampai berhenti di tengah jalan. Karena tidak fokus, setiap perlakuan platform punya ciri khas masing-masing. Kalau terlalu banyak yang dibuat lebih mudah bikin kamu stress dan menyerah.
Makanya, saya lebuh menyarankan untuk fokus pada satu platform dulu.
2. Menentukan Niche dan Topik
3. Ide Konten
4. Evaluasi dan Perbaiki
5. Persiapan Membagi Waktu
Ingat, Niat dan Mulai itu Mudah
Menjadi konten kreator itu sebenarnya mudah di awal, selama ada niat dan langsung mulai membuat konten pertama itu sangat mudah.
Tapi tau nggak hal apa yang sulit? Konsisten dan menikmati prosesnya.
Yap, untuk menjadi konten kreator yang besar, sudah dikenal banyak audiens, bahkan menghasilkan uang secara stabil setiap bulan. Itu sangatlah membutuhkan proses yang panjang. Bukan dari 1-2 konten, tiba-tiba langsung menghasilkan uang jutaan. Tapi, perlu waktu dan butuh menebar banyak manfaat terlebih dulu.
Hal ini juga jadi pengingat diri saya sendiri, ketika memutuskan untuk menjadi seorang konten kreator dalam penulisan, blogger. Seharusnya, saya bisa konsisten dan banyak membuat konten tulisan yang bermanfaat. Tanpa harus memikirkan traffic dan nilai blog terlebih dahulu.
Yuk, Ibu Rumah Tangga Jadi Konten Kreator
Ibu rumah tangga jadi konten kreator bukanlah hal yang mustahil. Walaupun akan ada banyak tantangan yang akan dihadapi nanti kedepannya, bukan berarti menjadi penghalang untuk ibu berkarya dan produktif di dunia digital.
Kalau teman-teman juga mau jadi konten kreator atau sudah mulai bikin konten. Jangan lupa untuk menanamkan mindset wajib punya bagi konten kreator khususnya kalian ibu rumah tangga ya.
Yuk, sharing kamu buat konten pakai platform apa dan topik apa yang kalian pilih.






